Friday, June 15, 2012

Hadiah

Orang takwa itu sesungguhnya bukanlah orang yang tidak pernah melakukan kesalahan. Akan tetapi, orang yang jika melakukan kesalahan, segera bertobat, kembali kepada Allah, menyadari kesalahannya, dan berusaha untuk tidak mengulangi kesalahannya tersebut.

“Dan (orang-orang takwa juga) adalah orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui." (QS Ali Imran [3]: 135).

Nasihat yang bijak akan menyebabkan seseorang menyadari kekeliruan dan kesalahannya. Karena kondisi manusia demikian itulah, sungguh sangat sombong apabila ada manusia yang merasa dia selalu benar, merasa suci, dan bersih dari berbagai dosa dan kesalahan.

“Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS an-Najm [53]: 32).

Banyak yang terjadi di dalam sejarah, penguasa yang asalnya baik dan adil menjadi zalim dan angkara murka, karena tidak ada yang berani memberikan nasihat. Bahkan, ada kecenderungan orang-orang di lingkaran dekatnya, bukan saja tidak berani melakukan kritik tetapi selalu mengiyakan apa yang diucapkan dan yang dilakukan penguasa tersebut. Ia tidak memperhatikan apakah hal tersebut sesuai dengan ketentuan syariat atau tidak.

0 comments em “Hadiah”

Post a Comment


 

Renungkanlah Copyright © 2011 -- Template created by d@nte -- Powered by Blogger